Respon Hati

posted in: PPAK | 0

Lukas 23:33-43

Peristiwa penyaliban Yesus di kayu salib menjadi puncak dari drama penyelamatan manusia melalui perwujudan Allah yg mengambil rupa sebagai manusia. Peristiwa di bukit Golgota memberi bukti bagaimana Allah rela merasakan penderitaan yg sangat berat sebagai dan oleh manusia, padahal demi keselamatan manusialah Ia rela menjalani semua itu. Lewat Alkitab kita bisa membaca bagaimana siksaan demi siksaan, fisik maupun psikis dialami Yesus hingga akhir napasNya di kayu salib.

Selama hidup dan pelayananNya Yesus selalu menghadapi respon yg berbeda dari masyarakat saat itu. Ada yg mengelu-elukanNya, ada yg menolakNya, ada yg merasa terancam dan lain-lain. Bahkan ketika di atas kayu salib pun ada respon berbeda dari dua orang penjahat/penyamun yang saat itu disalibkan bersama Yesus.

Respon kedua orang penjahat menggambarkan respon manusia terhadap kehadiran dan ajaran Kristus. Dari obrolan mereka di kayu salib kita bisa melihat walaupun mereka penjahat namun mereka pastinya telah mendengar tentang isi ajaran Yesus selama hidup. Simak kata-kata mereka :

Penjahat I : “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (Lukas 23:39).

Penjahat II : “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” (Lukas 23:40-41).

Kedua penjahat sebelumnya telah mengenal siapa Yesus Kristus terlihat dari kata-kata Penjahat I, “Bukankah Engkau adalah Kristus?…”, dan Penjahat II, “… orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah”.

Namun respon mereka tentang keselamatan yang diajarkan Yesus berbeda. Penjahat I berkata dengan nada penuh hujatan dan ejekan. (Lukas 23:39). Jelas bahwa yg dipikirkan hanyalah keselamatan sesaat, keselamatan fisik mereka dari hukuman salib saat itu. Pemahaman akan keselamatannya hanya sebatas pada keselamatan yang fana. Ia tidak berharap pada keselamatan kekal. Ia sudah mengenal Kristus tapi tidak memahami ajaranNya dengan baik.

Sedangkan kata – kata Penjahat II menunjukkan pemahaman dan penerimaannya akan Kristus dan ajaranNya. “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, …”, katanya kepada Penjahat I. Ia sadar bahwa Allah memperhatikan perbuatannya dan hukuman yg ia alami adalah konsekwensi logis dari perbuatannya. Yang diharapkan dari Kristus bukanlah keselamatan sesaat, tetapi keselamatan kekal. Ia memahami dengan benar bahwa Kristus disalibkan bukan hanya karena Ia ‘Raja orang Yahudi’ seperti yg tertulis di kayu salib tetapi ‘Raja yg Kekal’. Kita bisa melihatnya dari harapannya : “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. ” (Lukas 23:42). Walaupun bersama-sama di kayu salib dan menunggu ajal tiba namun Ia percaya akan
kedatangan Kristus kedua kali sebagai Raja dan adanya kehidupan kekal.

Untuk kedua orang ini Yesus memberikan jawaban melalui tanggapanNya terhadap pernyataan Penjahat II, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”. (Lukas 23:43). Yesus memberikan jaminan hidup kekal bersama-sama di Taman Firdaus. Istilah “Firdaus” dipakai untuk menunjukkan sorga atau kehadiran Allah (bahwa “sorga” dan “Firdaus” menunjukkan tempat yang sama telah jelas dari 2 Kor 12:2,4, Wahyu 2:7). Perkataan Yesus mengajarkan dengan jelas bahwa setelah kematian orang yang diselamatkan akan langsung ke hadirat Yesus dalam sorga. Kata-kata Yesus juga mau memberitahu Penjahat I bahwa mereka tidak akan bersama-sama di sorga kelak karena respon yg
dipilihnya.

Seperti kedua penjahat, mungkin kita sudah mendengar tentang Kristus atau bahkan KTP dan biodata kita tertulis KRISTEN (pengikut Kristus) tetapi respon hati kitalah yg menentukan keselamatan kita. Keselamatan kita bukan ditentukan juga oleh orang lain. Bukan karena disalib berdampingan dengan Yesus di tempat dan waktu yg sama maka kedua penjahat otomatis dapat diselamatkan. Penjahat I tidak diselamatkan sedangkan Penjahat II diselamatkan semata hanya karena respon pribadi mereka akan keselamatan yg ditawarkan Yesus Kristus.

Bila anda belum menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, Terimalah Ia masuk dalam hatimu. Kalau anda telah menerima Dia, beritakanlah kepada semua orang agar mereka juga diselamatkan jika mereka meresponi dengan baik dan menerimaNya.

Selamat Paskah 2012 saudaraku…

Pither Yurhans Lakapu

Comments are closed.