Dinamika Hidup Bersama di Lombok 37

posted in: PPAK | 0

ditulis oleh Pither Yurhans Lakapu

Tanggal 22 Juli – 18 September 2011 ini akan di adakan Program Pembinaan Alumni Kristen (PPAK) angkatan 24. Selama dua bulan saudara, alumni baru dari berbagai daerah, akan menjalani masa-masa hidup bersama di asrama PPAK, Jln.. Lombok 37-Bandung. Sebagai seorangg alumni (angkatan 18) saya ingin membagi sedikit catatan yang mungkin bisa berguna bagi saudara-saudara dalam mengikuti pembinaan di PPAK.

Pengalaman saya, waktu akan terasa lambat berjalan di hari-hari awal menjalani program ini tetap beralih cepat ketika hampir selesai waktu pembinaan. Waktu terasa lambat karena harus beradaptasi dengan beban kuliah, kegiatan yang padat, disiplin waktu yang ketat dan adaptasi lingkungan maupun budaya. Mungkin juga karena memikirkan waktu 2 bulan yang harus dilalui dan home sick bagi sebagian peserta. Namun kejenuhan ini akan berangsur-angsur sirna seiring banyaknya ilmu dan pengalaman yang didapat. Semakin sadar banyak hal yang perlu dipelajari kemudian membuat saudara akan merasa waktu semakin cepat berlalu. Banyak kejadian dan dinamika hidup bersama yang mengajarkan bagaimana kompleksnya kehidupan dunia nyata dalam keluarga, gereja dan tempat kerja nanti. Kurang lebih 2 bulan di Lombok 37 merupakan ‘idealisasi’ dari pergumulan dan pergulatan hidup yang akan dihadapi bertahun-tahun ke depan sejauh Tuhan masih memberikan napas hidup ini untuk kita.

Banyak pengalaman yang muncul mulai dari masalah dalam belajar bereksposisi, hermeneutik, survey Alkitab, khotbah, keluarga kristen, TAWG (Time Alone With God), sampai masalah budaya. Semua didapat tidak hanya di ruang kuliah tapi juga di pepustakaan, ruang makan, dapur, ruang tidur, rumah alumni, jemaat lokal dan tempat wisata. Interaksi yang terjadi disana tentu menimbulkan konflik yang harus diusahakan jalan keluarnya agar tercipta damai.

Diharapkan melalui Kejadian-kejadian seperti ini peserta dapat belajar dan mengambil hikmah sebagai bekal hidup dan pelayanannya. Dunia mini yg dihadirkan dalam sebuah asrma ini terinspirasi dari kata Amsal, “besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (Amsal 27:17).

Bagi saudara-saudara yang telah mengambil keputusan untuk mengkuti pembinaan ini saya mengucapkan selamat. Saudara telah mengambil keputusan penting dalam hidupmu. Menginvestasikan waktu, tenaga dan pikiran untuk dibina melalui orang-orang yang telah berpengalaman dalam menghadapi masalah keluarga, pekerjaan dan pelayanan maupun teman-teman seangkatan yang mungkin masih minim pengalaman. Saya yakin keputusan saudara tidak sia-sia Seperti Maria yang memilih bagian penting dalam hidupnya (Lukas 10 : 41 – 42).

Semua orang akan saling ‘menempa’ dalam waktu yang singkat untuk bisa menjadi pribadi-pribadi tangguh dan berintegritas sebagai alumni baru dalam menghadapi realitas dunia saat ini. Waktu yang ada tentu tidak cukup untuk bisa menyerap semua ilmu yang diberikan karena itu perlu diperhatikan hal-hal berikut agar kesempatan ini dapat dmaksimalkan :

a. Buka diri.

Jangan mengeraskan hati untuk menerima setiap masukan, kritikan, saran, koreksi dari panitia, mentor maupun sesama peserta. Dengan membuka diri maka kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kita dilihat orang lain yang dapat membantu melihat dengan jelas kelebihan dan kekurangan pada diri kita selama ini. Dengan menyadarinya kita bisa membenahi diri menjadi pribadi yang memiliki karakter seorang murid kristus.

b. Mau belajar.

Hal kedua yang penting adalah kemauan untuk belajar. Banyak hal yang akan terlewatkan apabila kita tidak mau belajar dari apa yang disampaikan para pemateri maupun sharing pengalaman bersama para alumni. Gunakan kesempatan yang ada untuk mengikuti kuliah, mendengar sharing, membaca buku, belajar teladan dan memahami semaksimal mungkin setiap ilmu yang didapat. Jangan malu bertanya kalau saudara merasa sesuatu belum jelas. Bila terjadi konflik, usahakan untuk diselesaikan bersama baik itu oleh sesama peserta maupun dengan bantuan panitia dan mentor.

c. Disiplin.

Disiplin adalah salah satu kunci utama agar saudara dapat menggunakan kesempatan ini secara maksimal menimba ilmu. Jadwal yang padat dan tugas yang bnyak akan membuat saudara sering kelelahan. Karena itu disiplinlah dalam mengatur waktu. Jangan menunda tugas dengan kegiatan-kegiatan tidak penting seperti jalan-jalan, ngobrol atau tidur.

Akhirnya perlu diketahui bahwa Kunci sukses PPAK bukan pada 2 bulan di asramanya tapi teladan hidup saudara dalam menjalani kehidupan pelayanan dimana saudara akan Tuhan tempatkan. Karena itu teruslah berdoa agar Roh Kudus memampukan saudara agar tidak hanya bertahan melewati ‘idealisasi dunia’ di PPAK tapi yang terpenting adalah terus bertahan dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks.

Comments are closed.